daptar temen2 smp 16 ngayogyakarto (khususon 3F angk. 2002)

1. Mahadevi P. Putri

  • 0819 0410 8484
  • Dippowinatan MG I No. 174
  • mahadepi@yahoo.com
    chilow_pepi@yahoo.com

2. Ima Upi Artha

  • 0881 2664 323
  • Randubelang RT 04 No. 122

3. Septi

  • 08190 5321 746
  • Sindurejan WB III 117

4. Novi Bertiani

  • 0274 3050 171
  • Suryoputran KT II / 63
  • chubby_gembil@yahoo.com (kayaknya dah ndak aktip ini)

5. Isni Suryani

  • 0856 4309 1383
  • Ngelak Sorosutan UH 6 / 672

6. Suci Rokhaniyah

  • 0815 7988 575
  • Kauman no. 163

7. Isnani

  • 085 643 505557
  • Suryowijayan MJ I / 84

8. Nurika Dwi P.

  • 0856 4363 1661
  • Perum Candi Gebang Blok VII no. 1 Sleman
  • Nurika_geo_ugm@yahoo.com
    YM/FB : Milkz_150707@yahoo.com
    FS : nurika_geo@yahoo.com

9.  Sandika Dewi Septika

  • 0815 7908 414
  • Kadipaten Wetan KP I / 199

10. Pandu adhi W

  • 0856 285 2259
  • Babadan, gedongkuning.

11. Adwi Nugroho 0

  • 857 39070196
  • Karanganyar MG III 1284

12. Iwan Asdi P

  • 0856 4322 5370
  • Sorowajan RT 11 332

13. Anang Hermawan

  • 0856 4368 5578
  • Sangkul Bangunharjo Sewon

14. Nur P.

  • 0818 0400 3272
  • Giwangan 7/19 Yk. 55163

15. Moris Priyandono

  • 081 328 343236
  • Krapyak Wetan no. 246 Yk.

16. Khotijah Putri Syahdu

  • 0856 295 8927
  • 081 2277 60122
  • Dukuh MJ I / 1498 Yk.

17. Tista Herliany

  • 083 8687 3636
  • 0274 711 4603
  • Randubelang RT 06 Bantul ukhti_tista@yahoo.com

18. Elly Wirawan

  • 0274 9328 733
  • Timuran, Jogja

19. Junanto Saputra

  • 0856 287 2982

20. Hanum Ayuningtyas

  • 085 292 661 402

21. Ana

  • 0856 4388 5493

22. Bagus Kresnawan

  • 0274 386 748

23. Mei Rizka Rani (Cika)

  • 085 228 112070

24. Dita Anggoro

  • 0898 5012219

25. Jean Febri

  • 085 228 063149

26. Fitri

  • 0856 4358 6939

27. Galih Jhoni Anggoro

  • 0819 3170 4932

28. Herman

  • 08180 267 3182
  • 0274-6687110

29. Prima Yuanita

  • 085 292 844 301

30. Rikah Yulianti
31. Umi Fauziah
32. Siti
33. Devi Apriani
34. Suhardiman
35. Heri
36. Anung
37. Triyanto
38. Andri
39. Novi Triswanto
40. Hatmaji

silahkan ditambahin inponyaaaa!!! tengkyu,,, ^.^

Ust. Yusuf Mansur dengan Security POM (masya Allah…)

Fri, 11/14/08, nuri sadida

Semoga bermanfaat
———— ——— ———

Ini ada cerita ringan, dialog antara Ust. Yusuf Mansur dengan Security POM
Bensin

Agak panjang, tapi percaya deh enak kok dibacanya ….

SEMOGA BERMANFAAT

Banyak yang mau berubah,
tapi memilih jalan mundur.

Andakah orangnya?

Satu hari saya jalan melintas di satu daerah.. Tetidur di dalam mobil. Saat
terbangun, ada tanda pom bensin sebentar lagi. Saya pesen ke supir saya:
“Nanti di depan ke kiri ya”.
“Masih banyak, Pak Ustadz”.
Saya paham. Supir saya mengira saya pengen beli bensin. Padahal bukan. Sayapengen pipis.
Begitu berhenti dan keluar dari mobil, ada seorang sekuriti. “PakUstadz!” .
Dari jauh ia melambai dan mendekati saya.
Saya menghentikan langkah. Menunggu beliau.
“Pak Ustadz, alhamdulillah nih bisa ketemu Pak Ustadz. Biasanya kan hanya
melihat di TV saja…”. Saya senyum aja. Ga ke-geeran, insya Allah, he he he.
“Saya ke toilet dulu ya”.
“Nanti saya pengen ngobrol boleh Ustadz?”
“Saya buru-buru loh. Tentang apaan sih?”
“Saya bosen jadi satpam Pak Ustadz”.
Sejurus kemudian saya sadar, ini Allah pasti yang “berhentiin” saya. Lagi
enak-enak tidur di perjalanan, saya terbangun pengen pipis. Eh nemu pom
bensin. Akhirnya ketemu sekuriti ini. Berarti barangkali saya kudu bicara
dengan dia. Sekuriti ini barangkali “target operasi” dakwah hari ini. Bukan
jadwal setelah ini. Begitu pikir saya.
Saya katakan pada sekuriti yang mulia ini, “Ok, ntar habis dari toilet ya”.

***

“Jadi, pegimana? Bosen jadi satpam? Emangnya ga gajian?”, tanya saya membuka percakapan. Saya mencari warung kopi, untuk bicara-bicara dengan beliau ini.
Alhamdulillah ini pom bensin bagus banget. Ada minimart nya yang dilengkapi fasilitas ngopi-ngopi ringan.
“Gaji mah ada Ustadz. Tapi masa gini-gini aja?”
“Gini-gini aja itu, kalo ibadahnya gitu-gitu aja, ya emang udah begitu.
Distel kayak apa juga, agak susah buat ngerubahnya” .
“Wah, ustadz langsung nembak aja nih”.
Saya meminta maaf kepada sekuriti ini umpama ada perkataan saya yang salah.
Tapi umumnya begitu lah manusia. Rizki mah mau banyak, tapi sama Allah ga mau mendekat. Rizki mah mau nambah, tapi ibadah dari dulu ya begitu-begitu saja.
“Udah shalat ashar?”
“Barusan Pak Ustadz. Soalnya kita kan tugas. Tugas juga kan ibadah, iya ga? Ya saya pikir sama saja”.
“Oh, jadi ga apa-apa telat ya? Karena situ pikir kerja situ adalah juga
ibadah?”
Sekuriti itu senyum aja.
Disebut jujur mengatakan itu, bisa ya bisa tidak. Artinya, sekuriti itu bisa
benar-benar menganggap kerjaannya ibadah, tapi bisa juga ga. Cuma sebatas omongan doangan. Lagian, kalo nganggap kerjaan-kerjaan kita ibadah, apa yang kita lakukan di dunia ini juga ibadah, kalau kita niatkan sebagai ibadah.
Tapi, itu ada syaratnya. Apa syaratnya? Yakni kalau ibadah wajibnya, tetap
nomor satu. Kalau ibadah wajibnya nomor tujuh belas, ya disebut bohong dah tuh kerjaan adalah ibadah. Misalnya lagi, kita niatkan usaha kita sebagai ibadah, boleh ga? Bagus malah.. Bukan hanya boleh. Tapi kemudian kita menerima tamu sementara Allah datang. Artinya kita menerima tamu pas waktu shalat datang, dan kemudian kita abaikan shalat, kita abaikan Allah, maka yang demikian masihkah pantas disebut usaha kita adalah ibadah? Apalagi kalau kemudian hasil kerjaan dan hasil usaha, buat Allah nya lebih sedikit ketimbang buat kebutuhan-kebutuhan kita. Kayaknya perlu dipikirin lagi tuh sebutan-sebutan ibadah.
“Disebut barusan itu maksudnya jam setengah limaan ya? Saya kan baru jam 5 nih masuk ke pom bensin ini”, saya mengejar.
“Ya, kurang lebih dah”.
Saya mengingat diri saya dulu yang dikoreksi oleh seorang faqih, seorang
‘alim, bahwa shalat itu kudu tepat waktu. Di awal waktu. Tiada disebut
perhatian sama Yang Memberi Rizki bila shalatnya tidak tepat waktu. Aqimish shalaata lidzikrii, dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku. Lalu, kita
bersantai-santai dalam mendirikan shalat. Entar-entaran. Itu kan jadi sama
saja dengan mengentar-entarkan mengingat Allah. Maka lalu saya ingatkan
sekuriti yang entahlah saya merasa he is the man yang Allah sedang berkenan mengubahnya dengan mempertemukan dia dengan saya.
“Gini ya Kang. Kalo situ shalatnya jam setengah lima, memang untuk mengejar ketertinggalan dunia saja, jauh tuh. Butuh perjalanan satu setengah jam andai ashar ini kayak sekarang, jam tiga kurang dikit. Bila dalam sehari semalam kita shalat telat terus, dan kemudian dikalikan sejak akil baligh, sejak diwajibkan shalat, kita telat terus, maka berapa jarak ketertinggalan kita tuh? 5x satu setengah jam, lalu dikali sekian hari dalam sebulan, dan sekian bulan dalam setahun, dan dikali lagi sekian tahun kita telat. Itu baru telat saja, belum kalo ketinggalan atau kelupaan, atau yang lebih bahayanya lagi kalau bener-benar lewat tuh shalat? Wuah, makin jauh saja mestinya kita dari senang”.
Saudara-saudaraku Peserta KuliahOnline, percakapan ini kurang lebih begitu.
Mudah-mudahan sekuriti ini paham apa yang saya omongin. Dari raut mukanya, nampaknya ia paham. Mudah-mudahan demikian juga saudara-saudara ya? He he he. Belagu ya saya? Masa omongan cetek begini kudu nanya paham apa engga sama lawan bicara?
Saya katakan pada dia. Jika dia alumni SMU, yang selama ini telat shalatnya, maka kawan-kawan selitingnya mah udah di mana, dia masih seperti diam di tempat. Bila seseorang membuka usaha, lalu ada lagi yang buka usaha, sementara yang satu usahanya maju, dan yang lainnya sempit usahanya, bisa jadi sebab ibadah yang satu itu bagus sedang yang lain tidak.
Dan saya mengingatkan kepada peserta KuliahOnline untuk tidak menggunakan mata telanjang untuk mengukur kenapa si Fulan tidak shalat, dan cenderung jahat lalu hidupnya seperti penuh berkah? Sedang si Fulan yang satu yang rajin shalat dan banyak kebaikannya, lalu hidupnya susah. Jawaban terhadap pertanyaan-pertanya an seperti ini cukup kompleks. Tapi bisa diurai satu satu dengan bahasa-bahasa kita, bahasa-bahasa kehidupan yang cair dan dekat dengan fakta. Insya Allah ada waktunya pembahasan yang demikian.
Kembali kepada si sekuriti, saya tanya, “Terus, mau berubah?”
“Mau Pak Ustadz. Ngapain juga coba saya kejar Pak Ustadz nih, kalo ga
serius?”
“Ya udah, deketin Allah dah. Ngebut ke Allah nya”.
“Ngebut gimana?”
“Satu, benahin shalatnya. Jangan setengah lima-an lagi shalat asharnya.
Pantangan telat. Buru tuh rizki dengan kita yang datang menjemput Allah.
Jangan sampe keduluan Allah”.
Si sekuriti mengaku mengerti, bahwa maksudnya, sebelum azan udah standby di atas sajadah. Kita ini pengen rizkinya Allah, tapi ga kenal sama Yang Bagi-bagiin rizki. Contohnya ya pekerja-pekerja di tanah air ini.. Kan aneh.
Dia pada kerja supaya dapat gaji. Dan gaji itu rizki. Tapi giliran Allah
memanggil, sedang Allah lah Tuhan yang sejatinya menjadikan seseorang
bekerja, malah kelakuannya seperti ga menghargai Allah. Nemuin klien, rapih, wangi, dan persiapannya masya Allah. Eh, giliran ketemu Allah, amit-amit pakaiannya, ga ada persiapan, dan tidak segan-segan menunjukkan wajah dan fisik lelahnya. Ini namanya ga kenal sama Allah.
“Yang kedua,” saya teruskan. “Yang kedua, keluarin sedekahnya”.
Saya inget betul. Sekuriti itu tertawa. “Pak Ustadz, pegimana mau sedekah,
hari gini aja nih, udah pada habis belanjaan. Hutang di warung juga terpaksa dibuka lagi,. Alias udah mulai ngambil dulu bayar belakangan”.
“Ah, ente nya aja kali yang kebanyakan beban. Emang gajinya berapa?”
“Satu koma tujuh, Pak ustadz”.
“Wuah, itu mah gede banget. Maaf ya, untuk ukuran sekuriti, yang orang
sering sebut orang kecil, itu udah gede”.
“Yah, pan kudu bayar motor, bayar kontrakan, bayar susu anak, bayar ini
bayar itu. Emang ga cukup Pak ustadz”.
“Itu kerja bisa gede, emang udah lama kerjanya?”
“Kerjanya sih udah tujuh taon. Tapi gede gaji bukan karena udah lama
kerjanya. Saya ini kerjanya pagi siang sore malem, ustadz”.
“Koq bisa?”
“Ya, sebab saya tinggal di mess. Jadi dihitung sama bos pegimana gitu sampe ketemu angka 1,7jt”.
“Terus, kenapa masih kurang?”
“Ya itu, sebab saya punya tanggungan banyak”.
“Secara dunianya, lepas aja itu tanggungan. Kayak motor.. Ngapain juga ente kredit motor? Kan ga perlu?”
“Pengen kayak orang-orang Pak Ustadz”.
“Ya susah kalo begitu mah. Pengen kayak orang-orang, motornya. Bukan ilmu dan ibadahnya. Bukan cara dan kebaikannya. Repot”.
Sekuriti ini nyengir. Emang ini motor kalo dilepas, dia punya 900 ribu.
Rupanya angsuran motornya itu 900 ribu. Ga jelas tuh darimana dia nutupin
kebutuhan dia yang lain. Kontrakan saja sudah 450 ribu sama air dan listrik.
Kalo ngelihat keuangan model begini, ya nombok dah jadinya.
“Ya udah, udah keterlanjuran ya? Ok. Shalatnya gimana? Mau diubah?”
“Mau Ustadz. Saya benahin dah”.
“Bareng sama istri ya. Ajak dia. Jangan sendirian. Ibarat sendal, lakukan
berdua.. Makin cakep kalo anak-anak juga dikerahin.. Ikutan semuanya
ngebenahin shalat”.
“Siap ustadz”.
“Tapi sedekahnya tetap kudu loh”.
“Yah Ustadz. Kan saya udah bilang, ga ada”.
“Sedekahin aja motornya. Kalo engga apa keq”.
“Jangan Ustadz. Saya sayang-sayang ini motor. Susah lagi belinya. Tabungan juga ga ada. Emas juga ga punya”.
Sekuriti ini berpikir, saya kehabisan akal untuk nembak dia. Tapi saya akan
cari terus. Sebab tanggung. Kalo dia hanya betulin shalatnya saja, tapi
sedekahnya tetap ga keluar, lama keajaiban itu akan muncul.. Setidaknya
menurut ilmu yang saya dapat. Kecuali Allah berkehendak lain. Ya lain soal
itu mah.
Sebentar kemudian saya bilang sama ini sekuriti, “Kang, kalo saya unjukin
bahwa situ bisa sedekah, yang besar lagi sedekahnya, situ mau percaya?”. Si sekuriti mengangguk. “Ok, kalo sudah saya tunjukkan, mau ngejalanin?” .
Sekuriti ini ngangguk lagi. “Selama saya bisa, saya akan jalanin,” katanya, manteb.

“Gajian bulan depan masih ada ga?”
“Masih. Kan belum bisa diambil?”
“Bisa. Dicoba dulu”.
“Entar bulan depan saya hidup pegimana?”
“Yakin ga sama Allah?”
“Yakin”.
“Ya kalo yakin, titik. Jangan koma. Jangan pake kalau”.
Sekuriti ini saya bimbing untuk kasbon. Untuk sedekah. Sedapetnya. Tapi
usahakan semua. Supaya bisa signifikan besaran sedekahnya. Sehingga
perubahannya berasa. Dia janji akan ngebenahin mati-matian shalatnya.
Termasuk dia akan polin shalat taubatnya, shalat hajatnya, shalat dhuha dan tahajjudnya. Dia juga janji akan rajinin di waktu senggang untuk baca al Qur’an. Perasaan udah lama banget dia emang ga lari kepada Allah. Shalat Jum’at aja nunggu komat, sebab dia sekuriti. Wah, susah dah. Dan itu dia aminin. Itulah barangkali yang sudah membuat Allah mengunci mati dirinya hanya menjadi sekuriti sekian tahun, padahal dia Sarjana Akuntansi!
Ya, rupanya dia ini Sarjana Akuntansi. Pantesan juga dia ga betah dengan
posisinya sebagai sekuriti. Ga kena di hati. Ga sesuai sama rencana. Tapi ya
begitu dah hidup.. Apa boleh buta, eh, apa boleh buat. Yang penting kerja
dan ada gajinya. Bagi saya sendiri, ga mengapa punya banyak keinginan. Asal keinginan itu keinginan yang diperbolehkan, masih dalam batas-batas wajar. Dan ga apa-apa juga memimpikan sesuatu yang belom kesampaian sama kita. Asal apa? Asal kita barengin dengan peningkatan ibadah kita. Kayak sekarang ini, biarin aja harga barang pada naik. Ga usah kuatir. Ancem aja diri, agar mau menambah ibadah-ibadahnya. Jangan malah berleha-leha. Akhirnya hidup kemakan dengan tingginya harga,. Ga kebagian.

***

Sekuriti ini kemudian maju ke atasannya, mau kasbon. Ketika ditanya buat
apa? Dia nyengir ga jawab. Tapi ketika ditanya berapa? Dia jawab, Pol. Satu koma tujuh. Semuanya.
“Mana bisa?” kata komandannya.
“Ya Pak, saya kan ga pernah kasbon. Ga pernah berani. Baru ini saya berani”.
Komandannya terus mengejar, buat apa? Akhirnya mau ga mau sekuriti ini jawab dengan menceritakan pertemuannya dengan saya.
Singkat cerita, sekuriti ini direkomendasikan untuk ketemu langsung sama
ownernya ini pom bensin… Katanya, kalau pake jalur formal, dapet kasbonan 30% aja belum tentu lolos cepet. Alhamdulillah, bos besarnya menyetujui.
Sebab komandannya ini ikutan merayu, “Buat sedekah katanya Pak”, begitu kata komandannya.
Subhaanallaah, satu pom bensin itu menyaksikan perubahan ini. Sebab cerita si sekuriti ini sama komandannya, yang merupakan kisah pertemuannya dengan saya, menjadi kisah yang dinanti the end story nya. Termasuk dinanti oleh bos nya.
“Kita coba lihat, berubah ga tuh si sekuriti nasibnya”, begitu lah pemikiran
kawan-kawannya yang tahu bahwa si sekuriti ini ingin berubah bersama Allah melalui jalan shalat dan sedekah.
Hari demi hari, sekuriti ini dilihat sama kawan-kawannya rajin betul
shalatnya. Tepat waktu terus. Dan lumayan istiqamah ibadah-ibadah sunnahnya.
Bos nya yang mengetahui hal ini, senang. Sebab tempat kerjanya jadi barokah dengan adanya orang yang mendadak jadi saleh begini. Apalagi kenyataannya si sekuriti ga mengurangi kedisiplinan kerjaannya.. Malah tambah cerah muka nya.
Sekuriti ini mengaku dia cerah, sebab dia menunggu janjinya Allah. Dan dia
tahu janji Allah pastilah datang. Begitu katanya, menantang ledekan
kawan-kawannya yang pada mau ikutan rajin shalat dan sedekah, asal dengan catatan dia berhasil dulu.
Saya ketawa mendengar dan menuliskan kembali kisah ini. Bukan apa-apa, saya demen ama yang begini. Sebab insya Allah, pasti Allah tidak akan tinggal diam. Dan barangkali akan betul-betul mempercepat perubahan nasib si sekuriti. Supaya benar-benar menjadi tambahan uswatun hasanah bagi yang belum punya iman. Dan saya pun tersenyum dengan keadaan ini, sebab Allah pasti tidak akan mempermalukannya juga, sebagaimana Allah tidak akan mempermalukan si sekuriti.
Suatu hari bos nya pernah berkata, “Kita lihatin nih dia. Kalo dia ga kasbon
saja, berarti dia berhasil. Tapi kalo dia kasbon, maka kelihatannya dia
gagal. Sebab buat apa sedekah 1 bulan gaji di depan yang diambil di muka,
kalau kemudian kas bon. Percuma”.
Tapi subhaanallah, sampe akhir bulan berikutnya, si sekuriti ini ga kasbon.
Berhasil kah?
Tunggu dulu. Kawan-kawannya ini ga melihat motor besarnya lagi. Jadi, tidak kasbonnya dia ini, sebab kata mereka barangkali aman sebab jual motor. Bukan dari keajaiban mendekati Allah.
Saatnya ngumpul dengan si bos, ditanyalah si sekuriti ini sesuatu urusan
yang sesungguhnya adalah rahasia dirinya.
“Bener nih, ga kasbon? Udah akhir bulan loh. Yang lain bakalan gajian.
Sedang situ kan udah diambil bulan kemaren”.
Sekuriti ini bilang tadinya sih dia udah siap-siap emang mau kasbon kalo
ampe pertengahan bulan ini ga ada tanda-tanda. Tapi kemudian cerita si
sekuriti ini benar-benar bikin bengong orang pada.
Sebab apa? Sebab kata si sekuriti, pasca dia benahin shalatnya, dan dia
sedekah besar yang belum pernah dia lakukan seumur hidupnya, yakni hidupnya di bulan depan yang dia pertaruhkan, terjadi keajaiban. Di kampung, ada transaksi tanah, yang melibatkan dirinya.. Padahal dirinya ga trlibat secara fisik. Sekedar memediasi saja lewat sms ke pembeli dan penjual. Katanya, dari transaksi ini, Allah persis mengganti 10x lipat. Bahkan lebih. Dia sedekah 1,7jt gajinya. Tapi Allah mengaruniainya komisi penjualan tanah di kampungnya sebesar 17,5jt. Dan itu trjadi begitu cepat. Sampe-sampe bulan kemaren juga belum selesai. Masih tanggalan bulan kemaren, belum berganti bulan.
Kata si sekuriti, sadar kekuatannya ampe kayak gitu, akhirnya dia malu sama Allah. Motornya yang selama ini dia sayang-sayang, dia jual! Uangnya
melek-melek buat sedekah. Tuh motor dia pake buat ngeberangkatin
satu-satunya ibunya yang masih hidup. Subhaanallaah kan? Itu jual motor,
kurang. Sebab itu motor dijual cepat harganya ga nyampe 13 juta. Tapi dia
tambahin 12 juta dari 17jt uang cash yang dia punya. Sehingga ibunya punya 25 juta. Tambahannya dari simpenan ibunya sendiri.
Si sekuriti masih bercerita, bahwa dia merasa aman dengan uang 5 juta
lebihan transaksi. Dan dia merasa ga perlu lagi motor. Dengan uang ini, ia
aman. Ga perlu kasbon.
Mendadak si bos itu yang kagum. Dia lalu kumpulin semua karyawannya, dan menyuruh si sekuriti ini bercerita tentang keberkahan yang dilaluinya selama 1 bulan setengah ini.
Apakah cukup sampe di situ perubahan yang trjadi pada diri si sekuriti?
Engga. Si sekuriti ini kemudian diketahui oleh owner pom bensin tersebut
sebagai sarjana S1 Akuntansi. Lalu dia dimutasi di perusahaan si owner yang lain, dan dijadikan staff keuangan di sana. Masya Allah, masya Allah, masya Allah. Berubah, berubah, berubah.
Saudara-saudaraku sekalian.. Cerita ini bukan sekedar cerita tentang
Keajaiban Sedekah dan Shalat saja. Tapi soal tauhid. soal keyakinan dan iman seseorang kepada Allah, Tuhannya. Tauhid, keyakinan, dan imannya ini bekerja menggerakkan dia hingga mampu berbuat sesuatu. Tauhid yang menggerakkan!

Begitu saya mengistilahkan. Sekuriti ini mengenal Allah. Dan dia baru
sedikit mengenal Allah. Tapi lihatlah, ilmu yang sedikit ini dipake sama
dia, dan diyakini. Akhirnya? Jadi! Bekerja penuh buat perubahan dirinya,
buat perubahan hidupnya.
Subhaanallaah, masya Allah.
Dan lihat juga cerita ini, seribu kali si sekuriti ini berhasil keluar
sebagai pemenang, siapa kemudian yang mengikuti cerita ini? Kayaknya
kawan-kawan sepom bensinnya pun belum tentu ada yang mengikuti jejak
suksesnya si sekuriti ini. Barangkali cerita ini akan lebih dikenang sebagai
sebuah cerita manis saja. Setelah itu, kembali lagi pada rutinitas dunia.
Yah, barangkali tidak semua ditakdirkan menjadi manusia-manusia pembelajar.
Pertanyaan ini juga layak juga diajukan kepada Peserta KuliahOnline yang
saat ini mengikuti esai ini? Apa yang ada di benak Saudara? Biasa sajakah?
Atau mau bertanya, siapa sekuriti ini yang dimaksud? Di mana pom bensinnya?
Bisa kah kita bertemu dengan orang aslinya? Berdoa saja. Sebab kenyataannya juga buat saya tidak gampang menghadirkan testimoni aslinya. Semua orang punya prinsip hidup yang berbeda. Di antara semua peserta KuliahOnline saja ada yang insya Allah saya yakin mengalami keajaiban-keajaiban dalam hidup ini. Sebagiannya memilih diam saja, dan sebagiannya lagi memilih menceritakan ini kepada satu dua orang saja, dan hanya orang-orang tertentu saja yang memilih untuk benar-benar terbuka untuk dicontoh. Dan memang bukan apa-apa, ketika sudah dipublish, memang tidak gampang buat seseorang menempatkan dirinya untuk menjadi contoh.
Yang lebih penting buat kita sekarang ini, bagaimana kemudian kisah ini
mengisnpirasikan kita semua untuk kemudian sama-sama mencontoh saja kisah ini. Kita ngebut sengebut2nya menuju Allah. Yang merasa dosanya banyak, sudah, jangan terus-terusan meratapi dosanya. Kejar saja ampunan Allah dengan memperbanyak taubat dan istighfar, lalu mengejarnya dengan amal saleh. Persis seeperti yang kemaren-kemaren juga dijadikan statement esai penutup.
Kepada Allah semua kebenaran dan niat dikembalikan. Salam saya buat keluarga dan kawan-kawan di sekeliling saudara semua. Saya merapihkan tulisan ini di halaman parkir rumah sakit Harapan Kita.. Masih di dalam mobil. Sambil menunggu dunia terang. Insya Allah hari ini bayi saya, Muhammad Yusuf al Haafidz akan pulang ke rumah untuk yang pertama kalinya. Terima kasih banyak atas doa-doanya dan perhatiannya. Mudah-mudahan allah membalas amal baik saudara semua.
Dari semalam saya tulis esai ini. Tapi rampungnya sedikit sedikit. Ini juga
tadinya bukan esai sekuriti ini yang mau saya jadikan tulisan. Tapi ya Allah
jugalah yang menggerakkan tangan ini menulis. Semalam, file yang dibuka adalah tentang langkah konkrit untuk berubah. Lalu saya lampirkan kalimat pendahuluan. Siapa sangka, kalimat pendahuluan ini saja sudah 10 halaman, hampipr 11 halaman. Saya pikir, esai ini saja sudah kepanjangan. Jadi, ya sampe ketemu dah di esai berikutnya. Saya berhutang banyak kepada saudara semua.. Di antaranya, saya jadi ikut belajar.
Semalam saya ikutan tarawih di pesantren Daarul Qur’an internasional. Sebuah pesantren yang dikemas secara modern dan internasional. . Tapi tarawihnya dijejek 1 juz sekali tarawih. Masya Allah, semua yang terlibat, terlihat menikmati. Ga makmumnya, ga imam-imamnya, ga para tamu dan wali santri yang ikut. Semua menikmati. Jika ada di antara peserta KuliahOnline yang pengen ikutan tarawih 1 juz ini, silahkan datang saja langsung ya. Insya Allah saya usahakan ada. Sebab saya juga kebagian menjadi salah satu imam jaganya. Ya, kondisi-kondisi begini yang saya demen. Saya kurangin jadwal, tapi masih tetep bisa ngajar lewat KuliahOnline ini. Dan saya masih sempet mengkader ustadz-ustadz muda untuk diperjalankan ke seantero negeri. Sementara saya akhirnya bisa mendampingi para santri dan guru-guru memimpin dan mengembangkan pesantren Daarul Qur’an ini. Ok, kelihatannya matahari sudah mulai kelihatan. Saya baru pulang juga langsung dari TPI. Siaran langsung jam 5 ba’da shubuh tadi. Istri saya meluncurnya dari rumah. Doakan keluarga kami ya. Saya juga tiada henti mendoakan saudara dan jamaah semua.

PERMOHONAN SI KAYA dan SI MISKIN

dari halaqah.net (lagi)


PERMOHONAN SI KAYA dan SI MISKIN

Nabi Musa AS memiliki ummat yang jumlahnya sangat banyak dan umur
mereka panjang-panjang. Mereka ada yang kaya dan juga yang miskin.

Suatu
hari ada yang seorang yang miskin datang menghadap Nabi Musa AS. Ia
begitu miskinnya, pakaiannya compang-camping dan sangat lusuh berdebu.
Si miskin itu kemudian berkata kepada Baginda Musa AS, "Ya Nabiyullah,
Kalamullah, tolong sampaikan kepada ALLAH SWT permohonanku ini agar
ALLAH SWT menjadikan aku seorang yang kaya. Nabi Musa AS tersenyum dan
berkata kepada orang itu, "saudaraku, banyak-banyaklah kamu bersyukur
kepada ALLAH SWT", si miskin itu begitu terkejut dan kesal, lalu ia
berkata, "bagaimana aku mau banyak bersyukur, aku makan pun jarang dan
pakaian yang aku gunakan pun hanya satu lembar ini saja!". Akhirnya si
miskin itu pulang tanpa mendapatkan apa yang diinginkannya.

Beberapa
waktu kemudian seorang kaya datang menghadap Nabi Musa AS. Orang
tersebut bersih badannya juga rapi pakaiannya. Ia berkata kepada Nabi
Musa AS, "wahai Nabiyullah, tolong sampaikan kepada kepada ALLAH SWT
permohonanku ini agar dijadikannya aku ini seorang yang miskin,
terkadang aku merasa terganggu dengan hartaku ini", Nabi Musa AS pun
tersenyum, lalu ia berkata, "wahai saudaraku, bersyukurlah engkau
kepada ALLAH SWT",

"Yaa Nabiyullah, bagaiman aku tidak bersyukur
kepada ALLAH SWT? ALLAH SWT telah memberiku mata yang dengannya aku
dapat melihat, ALLAH SWT telah memberiku tangan yang dengannya aku
dapat bekerja dan telah memberiku kaki yang dengannya aku dapat
berjalan, bagaimana mungkin aku tidak mensyukurinya", jawab si kaya itu.

Akhirnya
si kaya itu pulang ke rumahnya. Kemudian terjadi, si kaya itu semakin
ALLAH SWT tambah kekayaannya karena ia selalu bersyukur . Dan si miskin
menjadi bertambah miskin. ALLAH SWT mengambil semua kenikmatan-Nya
sehingga si miskin itu tidak memiliki selembar pakaianpun yang melekat
di tubuhnya. Ini semua karena ia tidak mau bersyukur kepada ALLAH SWT.

why do I love Avatar (the legend of aang)

air, api, bumi, udara … keempat elemen ini … bla bla bla…(terusna dhewek!)

itu kalimat pembuka dari serial kartun AVATAR, The Legend of Aang

disana diceritakan ttg perang antara negara2 yg punya kekuatan yg berbeda2 dari berbagai suku,;

ada api, tanah, udara, dan air.

kerajaan api adlh yg paling ditakuti. kerajaan ini punya pasukan yg cukup kuat. mereka punya ambisi u/ menguasai negara2 lain dgn menyerang negara2 itu. akibatnya, negara api menjadi negara yg paling ditakuti oleh negara2 yg lain.

negara2 selain negara api jg punya kekuatan, tapi mereka ga pernah punya maksud u/ menyerang negara2 yg lain.

Aang_and_momofire_backgroundhemmm… jadi inget ama negara di dunia nyata yg punya sifat kayak negara api di Avatar ga siihh…

hemm… negara yg namanya tidak boleh disebut ini punya sifat yg
sukanya tuh ngegerecokin negara2 berkembang kayak Endonesiya raiya dan negara2 lain (yg namanya juga ga boleh disebut)

udah doeloe… disambung besok lagi yuaaa… ^.^

w@kTu & CiNta

from : halaqah.net (salah satu kisah di dalamnya)

WAKTU DAN CINTA

Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai
macam benda-benda abstrak: ada Cinta, Kesedihan,
Kekayaan, Kegembiraan, Kecantikan dan Waktu.
Mereka hidup berdampingan dengan baik.

Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau
kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan
menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau
cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri.

Cinta sangat kebingungan sebab ia tidak dapat
berenang dan tak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai
mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air makin naik
membasahi kaki Cinta. Tak lama Cinta melihat Kekayaan
sedang mengayuh perahu.

"Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!" teriak
Cinta. "Aduh!
Maaf, Cinta!" kata Kekayaan, perahuku telah penuh
dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawa-mu serta,
nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat
lagi bagimu di perahuku ini." Lalu Kekayaan
cepat-cepat mengayuh perahunya pergi. Cinta sedih
sekali, namun kemudian dilihatnya Kegembiraan lewat
dengan perahunya.

"Kegembiraan! Tolong aku!", teriak Cinta. Namun
Kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu
sehingga ia tak mendengar teriakan Cinta. Air makin
tinggi membasahi Cinta sampai ke pinggang dan Cinta
semakin panik. Tak lama lewatlah Kecantikan.

"Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!", teriak Cinta.
"Wah, Cinta, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa
membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang
indah ini." sahut Kecantikan. Cinta sedih sekali
mendengarnya. Ia mulai menangis
terisak-isak. Saat itu lewatlah Kesedihan.

"Oh, Kesedihan,
bawalah aku bersamamu," kata Cinta.
"Maaf, Cinta. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian
saja" kata Kesedihan sambil terus mengayuh perahunya.
Cinta putus asa. Ia merasakan air makin naik dan akan
menenggelam-kannya.

Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara,
"Cinta! Mari cepat naik ke perahuku!" Cinta menoleh ke
arah suara itu dan melihat seorang tua dengan
perahunya. Cepat-cepat Cinta naik ke perahu itu, tepat
sebelum air menenggelamkannya.

Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan Cinta dan
segera pergi lagi. Pada saat itu barulah Cinta sadar
bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua
yang menyelamatkannya itu. Cinta segera menanyakannya
kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa
sebenarnya orang tua itu."Oh, orang tua tadi? Dia
adalah Waktu." kata orang itu.

"Tapi, mengapa ia menyelamatkanku?
Aku tak mengenalnya.
Bahkan teman-teman
yang mengenalku pun
enggan menolongku" tanya Cinta heran.

"Sebab," kata orang itu, " hanya Waktulah yang tahu
berapa nilai sesungguhnya dari Cinta itu …".

Si Otak, Hati & Kaki

bismillahirrahmanirahim

from : Aaron_Nabil (halaqah.net)

Kerana hati nya yang telah hitam legam
Berkata suatu hari si Hati kepada si Otak
Mari lah kawan ku kita binasakan si Kaki
Kerana dia hina sekali dan tidak berguna
Dan duduknya bawah sekali diantara kita
Si Otak berfikir dan mengatakan tak boleh
Kerana Kaki yang membawa mereka berjalan
Si Hati berkata tak apa, dunia dah serba canggih
Tak ada Kaki pun tak apa, kerusi roda memang dah ada
Si Otak kurang cergas hari itu kerana terlupa akan sarapan
OK lah. Up to you lah Hati, terus mengarah si Kaki untuk berjalan
Dengan tujuan hendak menghancurkan si Kaki kerana dendam si Hati
Si Hati terus menerus meracuni si Otak untuk mengarah Si Kaki ke tebing
Dengan harapan supaya si Kaki akan terjatuh dan kaki nya akan patah terkehel
Si Kaki terus berjalan mengikut kehendak semua nya dan tidak berprasangka apa-apa
Di lampui batas tebing, si Kaki rebah dan seluruh badan terjatuh ke dalam gaung
Kepala terhantuk ke batu dan si Otak mendapat cedera yang membawa maut
Takala di saat-saat penghabisan, si Otak menyesal terlajak perbuatan
Hati mengatakan kepuasan kerana dapat menghancurkan si Kaki
Di saat-saat terakhir, si Hati tetap dengan pendirian legam nya
Si Kaki meredhai terhadap segala yang berlaku pada nya
Di saat terakhir dia berdoa & bersyukur kepada Tuhan
Dengan kehendakNya, si Kaki di hidupkan kembali
Pada suatu badan dan jasad yang lain pula
Untuk berbakti kepada Tuhan Yang Esa
Membawa kemana saja badan itu
Dengan mengikut kehendakNya
Dan pilihanNya jasad murni
Si Otak, Hati dan Kaki
Pada satu badan
Pada satu kata
UntukNya jua
Satu Hati

haji mabuuurrrr…

Bismillahirrahmanirrahiiim…

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh…

Sore kemaren, sy nonton berita di liputan 6 SCTV. Ada kejadian menarik bgt. Seorang kakek menangis tersedu2 krn ‘kesusahan’ katanya. Jamaah yg laen protes krn makanan yg disediakan berupa "prasmanan ala Basyumi". Pem-protes itu meminta agar makanan disediakan dalam bentuk nasi kotak, bukan prasmanan. Katanya pula, mereka ga percaya sm yg ngurusin makanan itu.

Masya ALLAH…

apa mereka ga inget sm sodara2 mereka nyang buncit perutnya krn kelaparan ya?!
apa mereka ga inget sm sodara2 mereka nyang kebanjiran n u/ cari makan susah banget ya??

apa yg mereka pikirkan???

ya, memang,,,
Mereka menuntut hak mereka atas keprofesionalitas-an pengurus jamaah.

ya, memang,,,
Mereka berhak untuk itu.

yayaya…

tapi, apakah itu tidak berlebihan?? Sudah enak, mereka ini bisa pergi menunaikan haji. Para calon2 haji itu kok kayaknya ga malu tho… sama sodara2nya nyang masih pada susah di Endonesiyaaa…

capek deeehhh…

innalillahi wa inna ilaihi raaji’uun

bismillahirrahmanirrahim

kira2 satu minggu yg lalu, sy m’hadiri pemakaman / layatan nya simbah dari temen ku.

masya Allah,
ada sebuah kejadian yang mungkin terjadi dimana-mana tapi sy baru menyadarinya.
apakah ini yang disebut budaya orang Endonesiya yg katanya saling menghormati dan saling menghargai?!
kok ga cocok?!?

ketika jenazah almarhum akan diangkat,
seperti biasa, ada seorang tokoh yg memberikan ceramah atau wasiat2 (maybe, coz sy g denger)
nah, pas di saat itu, apa yg dilakukan para pelayat?
yg saya temukan adalah mereka membicarakan hal2 yg sy kira g pantas u/ dibicarakan di acara layatan spt itu.
kaum ibu2 bergosip, malah ada yg ngomongin anaknya yg sekolah disono, kerja di sono, bajunya si ibu ini, bajunya si ibu itu, dan laen2 yg g penting.

astaghfirullah,
pantaskah itu?
sy rasa yg mereka lakukan ini tdk menghormati keluarga almarhum.
klo pelayat mmg berniat u/ m’berikan simpati kpd klrg almarhum, kenapa mrk mlh ngomong sendiri2 ktk itu?
sampai2 omongan dari tokoh/ penceramah/ i don’t know ga kedengeran. padahal udah pake mic?!

astaghfirullah,
ya Allah,
ampunilah hambamu ini ya Allah…

Astaghfirullah…

Assalamu’alaikum ww.
akir2 ini byk bgt ya tjd kecelakaan di jalan raya!?
temen2 ati2 yak kalo mau pigi2!
always check all the things you need,
always pray be4 you go,
always be carefull !!!

Ya Allah…
kemaren aq liat di tipi seorang komedian Indonesia, Taufk Savalas meninggal dunia (Innalillhi wa innalillahi raa ji’uun)
Subhanallah…
yang melayat ke rumah beliau itu banyyaaaaakkk…. bangeeettt…

itulah…
orang baek akan sll dirindukan ketika dia ga ada

Ane jg pengen besok… kalo ane tidur dan ga pernah bangun lagi, byk orang2 yang datang mendoakan ane… mengantar my body to the last room… (hotel dengan kamar terbaik berukuran 2 x 1 meter)

how to get it? of course dengan amalan2 kita di dunia ini… ya ga seeehhh…?!?
ya donk!!!
  


"Apabila ada orang muslim yang mati kemudian disembahyangkan oleh jemaah
      kaum muslimin (sampai Tiga saf) maka diampunilah dosanya".
      (Riwayat Ahmad , Abu Daud, Ibnu Majah, Tarmizi dan Hakim)

raihan

YOUR FACE IS BRIGHT

Chorus:

Your face is bright
Like the shining moon

Lighting up darkness of the night

We are here to think of you

O Muhammad RasulAllah

Repeat

The coming of you
Makes the brightest day
Shining through along the way

You bring the love of al-Islam

You are the symbol of unity

Chorus

You bring the light to the entire world

You bring hope into human life

You lead us to the way of truth
O Muhammad RasulAllah

Ya Muhammad, Ya Muhammad, Ya Muhammad
Ya Muhammad, Ya Muhammad

Chorus

O hail my friends the time has come

To have some peace and serenity

From the love of RasulAllah

O Muhammad HabibAllah

Ya Muhammad, Ya Muhammad, Ya Muhammad
Ya Muhammad, Ya Muhammad

Chorus

RasulAllah, HabibAllah, NabiAllah
ShafiAllah, Khayra khalqillah
Nura arshillah, Ya sayyidi RasulAllah

Ya Muhammad, Ya Muhammad, Ya Muhammad
Ya Muhammad, Ya Muhammad

Chorus x2

Ya Muhammad, Ya Muhammad, Ya Muhammad
Ya Muhammad, Ya Muhammad

Next Page »